Bentuk dan Makna Simbol Tari Barong Banjar di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat

Authors

  • Hilma Mithalia Shali Universitas Sari Mutiara

Keywords:

Bentuk Dan Makna Simbol Tari Barong

Abstract

Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk penyajian Tari Barong Banjar di Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Sebagai populasi peneilitian ialah masyarakat DesaTanjung Ibus, Kecamatan Secanggang berada di Hinai Kiri. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Barong Banjar pada saat penelitian dilakukan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kepustakaan. Peneliti akan melakukan analisis data dengan mendeskripsikan bentuk penyajian tari secara tertulis, baik gerakan tari, makna simbol, maupun tata cara penyajian tari. Dari hasil pembahasan Kecamatan Secanggang yang berada didaerah pantai Selat Malaka termasuk kecamatan yang tingkat kepadatan penduduknya berada diatas rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Langkat. Menurut BPS Provinsi Sumatera Utara, didapatkan dari data statistik jumlah suku Banjar yang bermukim di Kabupaten Langkat sekitar 6-8% dari jumlah penduduk Kabupaten Langkat atau sekitar70.000jiwa. Mereka tersebar diseluruh kecamatan dengan pusat pemukiman orang Banjar berada di Kecamatan Secanggang, Stabat, Hinai, TanjungPura, Gebang, Babalan, Brandan Barat, dan Pangkalan Susu. Sistem religi atau kepercayaan yang dianut oleh orang Banjar memiliki kesamaan dengan orang Melayu, yakni beragama Islam. Oleh karena itu , kesenian yang dilestarikan adalah kesenian yang Islami, seperti Madihin dan Barong Banjar. Sistem Kekerabatan orang Banjar mengenal tiga kelompok kekerabatan, yaitu mamarina, dangsanak, dan kamanakan. Sejarah Tari Barong Banjar diambil dari alkisah dari seorang putrid Jung jung Buih. Dari hasil observasi dan analisis rekaman, penulis menemukan sebuah pola ragam gerak tari yang tetap disajikan oleh para penari yang dapat diimprovisasi dari unsure spontanitas dan kemasukan roh leluhur.

Published

2017-08-01