Analisis Motivasi Perjalanan Masyarakat Sumatera Utara Berobat Ke Penang Malaysia

Abstract

Melihat betapa kompleksnya persoalan yang dihadapi pemerintah dalam membenahi pariwisata khususnya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara, disisi lain adanya fenomena (gejala), dorongan (motivasi) di tengah-tengah mesyarakat untuk mengadakan perjalanan wisata ke luar negeri, salah satu alasan mereka adalah berobat dan berwisata, dalam pengetahuan pariwisata dikenal dengan Wisata Kesehatan (Health Tourism). Dalam konteks ini pemerintah dan dunia usaha perlu mengetahui variabel yang menyebabkan masyarakat cenderung mengadakan perjalanan ke luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman pihak terkait untuk menahan lajur arus wisata kesehatan ke Luar Negeri sekaligus memperbaiki fasilitas dan tingkat pelayanan medis sehingga masyarakat akan merubah sikap dan pola pikir terhadap pelayanan berobat di negeri ini. Eksodus berobat ke Luar Negeri sangat merugikan, karena masyarakat lebih banyak mengeluarkan uangnya di Negara orang.

Trend berobat dan berwisata ke Luar Negeri (Wisata Kesehatan- Out bound Tourism) sangat berpengaruh terhadap kepariwisataan dan citra pelayanan medis kita, apabila kegiatan out bvound tourism (wisatawan keluar) lebih tinggi dibanding dengan in bound tourism (wisatawan masuk), hal ini akan mengurangi cadangan devisa kita dan berdampak pada neraca pembayaran negara. Dengan kata lain bila masyarakat ke Luar Negeri berarti juga akan mempengaruhi beberapa aspek, yaitu :
1. Aspek ekonomi (neraca pembayaran, fiskal, fasilitas pariwisata)
2. Aspek sosial (citra rumah sakit rendah, bidang pendidikan dianggap menurun)

Disamping itu dengan adanya penelitian ini diharapkan juga pihak pemerintah, dunia usaha rumah sakit dan lain-lain dapat berbenah diri menghadapi persaingan dengan luar negeri. Dari penelitian ini terindifikasi beberapa variabel penyebab masyarakat memilih berobat ke luar negeri ketimbang negeri sendiri, yaitu :
1. Diagnosis dokter lebih akurat
2. Para medis yang ramah
3. Pelayanan relatif cepat (waktu tunggu tidak lama)
4. Peluang berkonsultasi dengan dokter sangat luas
5. Obat yang diberikan tidak berganti-ganti dan sesuai
6. Kualitas obat baik
7. Lengkapnya peralatan operational modern

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan tehnik pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner, wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan dengan membaca buku-buku, majalah, literatur maupun situs internet dan dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif.

Published

2013-08-01