Perancangan Sistem Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Komoditas Tembakau Deli (Studi Kasus Kebun Klambir Lima PTPN 2)

Authors

  • Sariadin Siallagan AMIK Medan Business Polytechnic
  • Erni Dewi Munte AMIK Medan Business Polytechnic

Abstract

Tembakau di Indonesia ada beberapa jenis, masing–masing mempunyai kekhasan dan tentu saja sasaran pasarannya pun berbeda–beda. Ada yang dipasarkan ke luar negeri dan ada juga yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik, permintaan terbesar datang dari pabrik–pabrik rokok. Tanaman tembakau Deli merupakan salah satu komoditi yang khusus pemasarannya di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sebagai pembalut cerutu. Daun tembakau Deli memiliki sifat khas tersendiri yang tidak ada pada tembakau cerutu lainnya yang dibudidayakan di luar Deli (Sumatera Utara), sehingga sering disebut bahwa tembakau Deli sebagai pembalut cerutu nomor satu di dunia. Sifat khas yang dimilikinya yakni berdaun tipis, elastisitasnya baik, nikotinnya rendah dan aromanya enak.

Hasil produksi tembakau Deli terdiri dari porsi mutu baik (LB) dan porsi mutu kurang baik (NIS, Susdek, Sus Filler dan DGR). Cara pemasaran kedua porsi ini berbeda. Porsi mutu baik dijual melalui pelelangan, sedangkan porsi mutu kurang baik dijual secara langsung (non lelang). Dari kedua porsi ini, porsi mutu baik (lelang) merupakan sumber keuntungan yang besar. Kecenderungan ini bukan diakibatkan anjloknya produksi melainkan membengkaknya non lelang. Porsi non lelang ini seharusnya hanya 33 % dari total produksi tembakau cerutu, namun saat ini cenderung meningkat menjadi 2 kali lipat. Penurunan produk LB ini diduga disebabkan mutu tembakau yang menurun akibat pengaruh iklim pada saat pertumbuhan, dan melemahnya manajemen proses produksi (panen dan pasca panen).

Published

2014-08-01